Kampanye Penyakit HIV/AIDS, Ribuan Mahasiswa Fakultas Kesehatan UCB Terjun ke Jalan; Bagi-Bagi Bunga dan Leaflet

  • Whatsapp
FOTO : Mahasiswa Fakultas Kesehatan UCB Kampanye HIV/AIDS

KABAKIA.COM, KUPANG — Ribuan mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang melakukan aksi peduli HIV/AIDS dengan terjun langsung ke jalanan di Kota Kupang, Kamis (1/12/2022). Aksi mahasiswa Fakultas Kesehatan UCB dimotori Program Studi Ners Kelas Alih Jenjang Angkatan VIII.

FOTO : Mahasiswa Fakultas Kesehatan UCB Bagi-Bagi Bunga dan Leaflet saat turun ke jalan untuk Kampanye HIV/AIDS

Kegiatan ini dilakukan pada beberapa titik penting di Kota Kupang seperti; Halte Kupang, Tedys, Bundaran PU, Taman Nostalgia, Alun-alun Kantor Gubernur Eltari, Patung Kirab, dan beberapa titik lainnya. Selain membentangkan spanduk dan orasi, para mahasiswa juga membagikan bunga dan leaflet kepada para penguna jalan yang lewat.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Kegiatan Aksi Peduli HIV/AIDS Fakultas Kesehatan UCB, Anuncyata Serhe menjelaskan kegiatan ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa Kesehatan terkait maraknya kasus HIV/AIDS. Aksi ini juga digelar dalam rangka Hari AIDS Sedunia tahun 2022.

“Walau angkanya fluktuatif dalam 10 tahun terakhir, jumlah kasus HIV lebih cenderung naik, sementara jumlah AIDS cenderung turun sedikit. Menurut data Kementerian Kesehatan, pada 2019 di Indonesia ada sekitar 50 ribu kasus HIV, kasus tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Sementara yang terdeteksi AIDS pada tahun itu sekitar 7.000 orang,” jelas Serhe.

“Sedangkan di NTT oleh Ketua KPAD NTT dr. Husein Pancratius menyebutkan bahwa Jumlah kasus HIV/AIDS pada 2021 sebanyak 2.117 kasus namun bertambah sebanyak 285 kasus hingga Agustus 2022 menjadi 2.996 kasus. Ini hal yang berbahaya dan perlu ditangani secara serius. Oleh sebab itu kami turun ke jalan untuk mengajak masyarakat sadar dan mencegah hal ini,” lanjut Serhe.

Hal yang sama diungkapkan oleh koordinator aksi, Emilianus Pandi Mukin. “Ini merupakan kondisi serius yang harus mendapat penanganan tepat dari layanan kesehatan. HIV merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan dan melemahkan pertahanan tubuh saat terserang infeksi. Tahap atau stadium lanjut dari HIV yang tidak diobati bisa berkembang menjadi AIDS,” jelas Mukin.

“Pada fase AIDS, jumlah sel CD4 turun drastic di bawah 200. Ketika sel CD4 sangat minim, tubuh semakin kesulitan melawan infeksi. Kondisi ini menyebabkan orang dengan HIV/AIDS mengalami infeksi oprtunistik. Proses peralihan dari infeksi HIV ke AIDS membutuhkan waktu lima hingga sepuluh tahun jika tidak ada tindakan medis seperti minum obat antiretroviral untuk mengendalikan jumlah virus HIV di tubuh”. Jelas Mukin.

Dosen Pembimbing, Ns. Petrus K. S. Tage, M.Kep dalam keterangannya menyatakan HIV tidak hanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman, namun juga melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril, air susu ibu yang terinfeksi HIV, dan donor darah. “Melihat berbagai kasus HIV & AIDS yang terjadi di masyarakat, masalah HIV & AIDS bukan hanya menjadikan masalah kesehatan bagi penderitanya, namun dampaknya akan menyebabkan masalah-masalah lain, seperti masalah sosial dan ekonomi bagi penderita dan juga keluarganya. Oleh karena itu, partisipasi dari seluruh stakeholder dalam upaya penanggulangan HIV & AIDS menjadi sangat penting”. Pinta Rusni.

Dekan Fakultas Kesehatan UCB, Vinsensius Belawa Making, S.KM.,M.Kes memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang terlibat dalam aksi ini. “ini merupakan kegiatan rutin tahunan dari Prodi Ners Fakultas Kesehatan UCB. Karena memang kita mengusung tagline UCB peduli HIV/AIDS. Banyak orang bosan menyuarakan ini, tetapi bagi kami di dunia Pendidikan Kesehatan hal ini wajib terus digemakan. Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak, mulai dari dosen hingga mahasiswa yang telah terlibat dalam kegiatan kemanusiaan ini”. Ungkap Making.

(vm)

Pos terkait