DR.Drh.Annytha I.R.Detha,M.Si : Jadikan Laboratorium Sebagai Ujung Tombak

  • Whatsapp

Ibu Annytha, itulah sapaan akrab, DR.Drh. Annytha Detha, M.Si, yang dilantik oleh Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) DR.Drh.Maxs U.E.Sanam,M.Sc pada tanggal 28 Juni 2022, sebagai Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik  Periode 2022-2025.

KABAKIA.COM, KUPANG — Visi Warek I pada periode ini tidak jauh dari visi Undana yakni “Universitas Berorientasi Global Melalui Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing Berbasis Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Kawasan Lahan Kering Kepulauan”. Universitas Berwawasan Global merupakan visi-misi Rektor Undana, DR.Drh.Maxs U.E.Sanam,M.Sc yang ditetapkan melalui empat tahapan peta jalan pengembangan Undana 2007-2025, ungkap mantan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Undana periode 2020-2022, saat diwawancarai wartawan media ini, di ruang kerja Kantor Rektorat lantai dua Undana Penfui, Jumat (15/7/2022).

Hal pertama yang akan dilakukan Ibu Annytha adalah menjadikan lingkungan Undana kental dengan akademik. Menurutnya, kunci utama terletak pada laboratorium sebagai ujung tombak akademik. Nantinya, laboratorium harus melaksanakan tiga fungsi utamanya yakni pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. “Tidak ada laboratorium yang hanya untuk praktikum saja, atau untuk pengujian industri saja. Semua fungsi harus dijalankan secara seimbang. Jadi peran laboratorium tidak hanya kognitif, tetapi perlu ada penemuan baru. Selain sebagai bentuk pembelajaran yang bersifat kognitif, bagaimana tempat sebagai orang akademik melakukan riset itu yang sangat penting, tegas Reviewer Nasional Penelitian Kemenristek sejak 2017 hingga sekarang.

Untuk itu katanya, peran Ketua Program Studi di lingkungan fakultas sangat penting untuk melaksanakan kebijakan baru tersebut, karena fungsi kelola dan operasional laboratorium berada di bawah Program Studi (Prodi) di fakultas masing-masing. “Nah, nantinya keuangan akan banyak kita salurkan di tingkat Prodi. Sebaliknya, di tingkat universitas akan kita maksimalkan,” ucap Editor in Chief dari Jurnal Kajian Veteriner-SINTA 4 tersebut.

“Selain itu Pejabat di fakultas hanya ada Dekan dibantu oleh dua Wakil Dekan, sehingga pembiayaan terhadap fakultas akan dikurangi karena hanya melakukan koordinasi saja. Fakultas sendiri akan menerima dana operasional yang diberikan berdasarkan jumlah mahasiswa dan kebutuhan dana pengembangan fakultas. “Jadi, kedepan, fakultas harus membuat program baru untuk laboratorium dan setiap tahun akan kita evaluasi,”kata dosen yang memulai kariernya sebagai PNS sejak tahun 2008.

Istri dari Berzellius P. Kondanglimu,ST,  menjelaskan, sesuai dengan janji  Rektor Undana, DR.Drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc bahwa dalam kepemimpinannya akan terus memberikan motivasi kepada para dosen Undana yang sudah lama menyandang gelar doktor agar secepatnya usul menjadi guru besar.  Saat ini sudah ada 12 orang dosen termasuk Pak Rektor sedang menyiapkan berkas usulan untuk menjadi guru besar sesuai hasil rapat Senat Undana, selain 21 orang guru besar Undana aktif.

Soal sejauhmana penerapan Kurikulum  Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (KMBKM), dosen berprestasi peringkat 2 Undana ini menuturkan,  saat ini, kerja sama dengan berbagai pihak yang terus bertambah dan penerapan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka kian mantap. Keduanya saling menjadi bagian tak terpisahkan. Sejak KMBKM digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Nakarim, Undana langsung berbenah dengan sejumlah penyesuaian. “Kurikulum harus menggambarkan standar capaian. Dalam prosesnya bisa menggambarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di dalamnya bisa mendukung peningkatan skill mahasiswa yang sangat dibutuhkan pada kondisi saat ini,” katanya.

Menurutnya, KMBKM harus mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam berbagai bidang. Kurikulum juga mempertimbangkan visi misi  Undana dan sinyal-sinyal perubahan kedepan. Karena itu sebagai pimpinan Undana tentunya sangat mengapresiasi Undana dalam melaksanakan KMBKM. “Tentunya hasil pemberlakuan KMBKM tersebut akan dievaluasi secara berkala dan terbuka dengan berbagai perubahan, termasuk dalam berbagai bidang pendidikan. Khusus di Undana, katanya, pembelajaran tatap muka hanya diberikan 50%, sedangkan pembelajaran virtual perlu dilihat kembali. “Intinya, Undana kedepan terus memberikan prioritas kepada mahasiswa untuk memberikan pelayanan maksimal kepada mahasiswa,” kata alumni S2-S3 IPB mengakhiri percakapan dengan wartawan.

[ds/max].

Pos terkait