Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat Apresisi Mahasiswa UGM Karena Mau Lakukan KKN di Kabupaten Sabu Raijua

  • Whatsapp
FOTO : Gubernur NTT menerima buku yang diberikan dosen pendamping Mahasiswa KKN-PPM UGM

KABAKIA.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Uviversitas Gajah Madah (UGM) Yogyakarta, karena mau datang dan melakukan kuliah kerja nyata pembelajaran pemberdayaan masyarakat (KKN-PPM) di Kabupaten Sabu Raijua. Menurut Gubernur NTT, Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, Kabupaten Sabu Raijua merupakan kabupaten paling kering di Provinsi NTT.

Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, saat beraudiens dengan para mahasiswa KKN PPM UGM di Kelapa Resto Kupang, Senin (20/12/2021). Suasana audiens Gubernur NTT dengan para mahasiswa UGM berlangsung penuh akrab dan diwarnai makan siang bersama. Acara audiens juga dihadiri Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Keluarga Alumni Uinversitas Gadjah Mada (Kagama) Provinsi NTT, Robert P. Fanggidae.

Bacaan Lainnya

Gubernur NTT, Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, musim hujan di wilayah Kabupaten Sabu Raijua hanya berlangsung sekitar dua bulan saja. Dengan kondisi alam seperti itu, maka usaha peternakan kambing menjadi usaha perternakan yang paling tepat di wilayah kabupaten tersebut.

Meski demikian, kata Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, Kabupaten Sabu Raijua memiliki banyak potensi lain yang bisa dikembangkan bagi peningakatan ekonomi warga, seperti usaha tenun, usaha rumput laut, usaha tambak garam, usaha di bidang pariwisata dan lainnya. Hanya memang, berbagai peluang usaha tersebut membutuhkan kemauan yang kuat dan keberanian, serta ketekunan.

Karena itu, Gubernur NTT, Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa UGM yang mau melaksanakan KKN PPM di wilayah kabupaten yang terletak di Selatan Indonesia tersebut. Gubernur yakin, dengan ilmu yang dibagikan selama kegiatan KKN PPM mahasiswa UGM, pola piker warga Kabupaten Sabu Raijua akan terus berkembang dan menjadi mampu berusaha untuk kehidupan yang lebih baik.

Sementara Dosen Pendampingi Mahasiswa KKN-PPM UGM, Dr. Widya Nayati menjelaskan, mahasiswa KKN-PPM UGM akan melaksanakan sejumlah kegiatan selama berada di Kabupaten Sabu Raijua. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan mencakup pemberdayaan SDM berupa peningkatan pengetahuan dan ketrampilan, baik untuk pengembangan ekonomi, kesehatan maupun pengetahuan dan lainnya.

“Yang akan dibagikan para mahasiswa KKN-PPM UGM epada masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua adalah hal-hal sederhana tetapi sebenarnya sangat bermanfaat bagi kehidupan, pengembangan ekonomi dan pengetahuan. Kami berharap, apak yang nanti dilakukan para mahasiswa UGM ini bermanfaat bagi masyarakat,” kata Dr. Widya Nayati.

Pada kesempatan ini, para mahasiswa KKN-PPM UGM juga menyampaikan banyak pertanyaan kepada Gubernur NTT, Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat terkait berbagai kegiatan pembangunan dan kebutuhan masyarakat NTT terutama masyarakat Kabupaten Sabu Raijua.

Sebanyak 24 mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta akan melakukan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) selama 50 hari sejak tanggal 20 Desember 2021 hingga 5 Februari 2022 di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi NTT. Sebelum turun ke Kabupaten Sabu Raijua, para mahasiswa terlebih dahulu melakukan audiens dengan Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, saat tiba di Kupang.

(max)

Pos terkait